Postingan

Abu - abu Adalah Kamu

  Ada banyak tanya di kepala yang tidak muncul tiba-tiba tetapi lama mengendap tanpa bersuara Ada banyak tanya yang mendamba kata kenapa isyarat ringan mengetuk tetapi afirmasi gamang termaktub Apakah abu-abu ialah rona favoritmu? Hingga tega meredup permainya pelangi dengan ambiguitasmu

Kakung Tiada

Malam itu aku dengar tangisan nyaring dari belakang rumah Ternyata kakung yang sakit hampir dua pekan sakit, sudah tiada Aku masih tidak percaya, pasalnya orang bilang tadi pagi dia masih bisa mengobrol dan berjemur di bawah terik matahari Aku sedih, aku belum sempat menjenguknya Ku lihat malam itu cukup ramai Orang orang berdatangan dari berbagai latar belakang Dari yang ku kenal, pernah ku jumpai beberapa kali hingga tidak ku kenal Tua muda hingga anak anak semua gotong royong Ikut menghantarkan kakung ke tempatNya

 Ketika Orang Akan Dijemput Ajal

Ketika orang akan dijemput ajal Tubuhnya kaku dengan nafas lirih Ketika orang akan dipanggil Sang Kuasa Suasana haru, pilu, dan membiru menyatu Ketika orang sudah tidak di dunia Semua manusia berkumpul, berusaha ikhlas dan berdoa

Luka Membuat Lupa Manusia

Gambar
  Kadang aku ingin menjadi kucing liar Bebas kemana saja, tidak takut siapa saja Kadang aku ingin menjadi rumput Bebas tumbuh dimana saja, tidak takut diinjak siapa saja Kadang aku ingin menjadi awan Bebas berubah menjadi warna apa saja, tidak takut menjadi terang ataupun gelap Tetapi aku adalah manusia Katanya ini adalah ciptaan sempurna Nyatanya mudah sekali terluka Harusnya menjadi ciptaan sempurna bersyukur bukan? Lalu kenapa luka sering kali membuat lupa ?

25

Seperempat abad telah tiba Ini angka bukan kecil Tetapi mengapa anganku yang semakin kecil? Lalu aku merasa dunia tidak berputar Tetapi anehnya aku semakin lelah Lagu-lagu favorit tak mempan Gerimis dan angin sepoi juga biasa saja Ya bagaimana,  Suasana itu tidak spesial lagi sekarang Tidak tahu melesir kemana Hanya mengikuti 7 hari yang berulang terus begitu saja

Banjir di Pipi

Si kecil itu tidak tau dimana Aku sudah mencari  Ke sudut sudut Ke lorong lorong Kemana mana Banjir di pipiku pun menghiasi Sambil sesekali nafasku patah patah Kaki ku lemas Ingin pingsan Tapi tidak kunjung ketemu Sampai rumah mataku bengkak Pipiku banjir lagi Haduh, aku pusing Besoknya aku ulangi Tapi yang terjadi masih sama Banjir di pipiku semakin menjadi-jadi Pocii kamu dimana?

Raya

 “ sstt.. “ “ eh.. elo “ “ gue bareng “ “ eee.. iya “  ---------- Raya Anzira, cewek lugu yang salah masuk sekolah dimana tempat para cowok cowok berandal bermarkas. Setelah 1 tahun di SMK ia mulai betah dan menghilangkan kata berandal pada anak SMK. Ia mulai nyaman berteman dengan kaum adam yang beraneka ragam sikap dan perilaku. Ia mengikuti OSIS dimana banyak hal berkesan di dalamnya. Adapun ia mulai mengenal cowok yang ia catat dalam buku OSIS karena ia terlambat. Aneh, apa ada yang salah dari Raya sampai cowok itu selalu mencari perhatiannya.  Hari ini raya berangkat sekolah lebih pagi karena ada jadwal mencatat siswa telat. Maklum dia baru beberapa bulan menjadi anggota OSIS. Biasanya ia jarang sekali berangkat sekolah pukul 6, ia sering ke sekolah jam 7 kurang 15 menit. Kenapa ? karena rumah Raya tidak jauh dari sekolah sekitar 7 – 10 menit ia sudah sampai disekolah. Alasan selanjutnya ialah ia malas meminjam kan LKS yang sudah ia kerjakan malam malam sendiri denga...