Postingan

Raya

 “ sstt.. “ “ eh.. elo “ “ gue bareng “ “ eee.. iya “  ---------- Raya Anzira, cewek lugu yang salah masuk sekolah dimana tempat para cowok cowok berandal bermarkas. Setelah 1 tahun di SMK ia mulai betah dan menghilangkan kata berandal pada anak SMK. Ia mulai nyaman berteman dengan kaum adam yang beraneka ragam sikap dan perilaku. Ia mengikuti OSIS dimana banyak hal berkesan di dalamnya. Adapun ia mulai mengenal cowok yang ia catat dalam buku OSIS karena ia terlambat. Aneh, apa ada yang salah dari Raya sampai cowok itu selalu mencari perhatiannya.  Hari ini raya berangkat sekolah lebih pagi karena ada jadwal mencatat siswa telat. Maklum dia baru beberapa bulan menjadi anggota OSIS. Biasanya ia jarang sekali berangkat sekolah pukul 6, ia sering ke sekolah jam 7 kurang 15 menit. Kenapa ? karena rumah Raya tidak jauh dari sekolah sekitar 7 – 10 menit ia sudah sampai disekolah. Alasan selanjutnya ialah ia malas meminjam kan LKS yang sudah ia kerjakan malam malam sendiri denga...

Hiruk Pikuk Krisis Ekonomi Negeri

  Deru knalpot kuda besi merongrong di telinga Kepulan asap mengais-ngais sisa jantung ibukota Transportasi umum lenggang tak berdaya Pedagang kaki lima menjajah setengah jalan kota Gerobaknya rapuh tergerus sengatan mentari dan bengisnya air hujan Bakso, cakwe, seblak ayo siapa mau ? Lima ribu sepuluh ribu cocok dengan isi kantongmu Pasar Senen penuh dengan teriakan manusia Bagi rakyat kecil tempat itu adalah surga ibukota Paman dan ibu-ibu berdebat jual beli tawar harga  Tak peduli peluh keringat mengucur dan suara menggema Segalanya demi tetap hidup di rumah reyot pinggir Jakarta  Sedang di sebrang, gedung mengkilat menembus langit Kaum borjuis memakai dasi lengkap dengan kemeja bergaris Ibu-Ibu elit melenggok bersama tas jinjing dan tajamnya pensil alis Udara disana segar, semerbak bau lily membuat badan bugar Tak perlu berdebat, untuk makan apa saja semua sudah siap  Coba lihat di bawah jembatan tak jauh dari gedung  Kiri pak !! kirii.. mundur.. mundur. Yak...

Lelaki Dermaga

                “ Kurang ajar. Berani-beraninya dia mengaku-ngaku bahwa aku pacarnya. Aku tidak sudi. Tidak tahu apa, ayahku seorang Panglima. Ditembak pistol baru dia rasa “. Aku terus saja menggerutu menyumpahi kejadian tadi sepanjang jalan.             Thomas, lelaki super brengsek hari selasa kemarin tiba-tiba datang ke kelasku, menyeret tanganku dan mengumumkan bahwa aku dan dia resmi berpacaran. Gila ! Akrab saja tidak, hanya tahu bahwa Thomas adalah lelaki yang jago bermain sepak bola dan bermain hati perempuan. Jelas saja aku meronta tak terima dengan si lintah berkepala dua itu. Sialnya, energi ku tak sebanding dengan cengkeraman tangan kirinya. Ku kibaskan tanganku dan akhirnya terlepas juga. Aku lari secepat kilat diiringi seruan siswa yang mengecengiku. Kaki ku berhenti di depan dermaga. Semilir angin mengundang pori-pori kulitku untuk tinggal sebentar....

Pundi-Pundi Rupiah Dari Olahan Buah Pisang

Gambar
Oleh : Siti Umi N. Siapa yang tidak kenal dengan buah pisang ?     Rasanya yang manis dan harganya yang terjangkau membuat buah satu ini digemari banyak orang. Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan berdaun besar dan memanjang dari Suku Musaceae. Buah ini tersusun dalam tandan secara kelompok menjari yang disebut sisir. Selain rasanya yang lezat, pisang juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Seperti, melancarkan buang air besar, menurunkan tekanan darah, sumber vitamin C hingga menangkal efek kerusakan sel dan jaringan tubuh. Dibalik berbagai kandungan positifnya di bidang kesehatan, buah pisang juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dengan berbagai olahan yang menarik. Salah satunya yakni Sale dan Kripik Pisang.      Home Industry Sale dan Kripik Pisang “ YUAN “ merupakan sebuah usaha Sale dan Kripik Pisang yang dirintis oleh Damiyati. Ibu dari tiga anak tersebut memulai usaha sejak tahun 2003 yang bertempat di rumahnya yakni Jalan Rah...

Jawab

Kau Mau Apa ? Kau mau apa kalau di pagi hari ? Nasi pecel dengan bumbu kacang yang meleleh Atau roti bakpau tiga rasa yang dijual keliling pasar Kau mau apa kalau di siang hari ? Mie Ayam ceker di depan pasar desa Atau es teh manis di samping taman kota Kau mau apa kalau di sore hari ? Nasi goreng dengan suiran ayam yang tebal Atau satu porsi sate ayam yang lezat Kau mau apa kalau di malam hari ? Kopi tubruk di warung sederhana Atau aku yang mencintaimu apa adanya ?
Kopi tak Bertuan Malam ini dingin Rinai hujan mengalun syahdu Menghapus jejak sembari pilu Secangkir kopi dipeluk erat oleh telapak tangan Menghangatkan sepi yang tak berperasaan Lihatlah Tuan, secangkir kopi ini mirip pelukanmu Setiap aroma yang menguap adalah bayangmu Setiap pahit yang ku teguk adalah kenangan bersamamu Apa kabar Tuan ? Aku masih sering singgah di tempat ini Memesan kopi yang kau sukai Merasakan debar yang tak kunjung  berkabar

Review Film Dilan

Gambar
Review : Milea, Suara dari Dilan Dilan Juga Manusia Biasa kok ! Tenang saja, tidak ada yang menyedihkan dari perpisahan. Yang menyedihkan adalah bila habis itu saling lupa. Aku sudah lama merampungkan tiga cerita Dilan sekaligus dalam waktu yang cukup cepat. Rasanya tidak afdol jika tidak menikmati dari sajian visualnya. Apalagi film ini tidak lepas dari campur tangan penulisnya yaitu Pidi Baiq. Saat membaca cerita pertama adalah hal hal menyenangkan menjadi sosok Milea. Dilan adalah sosok lelaki yang begitu istimewa. Dilan unik dengan segala bahan obrolan yang tak terduga. Dilan adalah pelindung dari apapun yang mengusik Milea, juga dia adalah gangster yang siap bertempur melawan apapun yang mengganggunya. Ya, mungkin Dilan terlihat sempurna pada sekuel pertama, namun pada akhirnya dilan adalah lelaki biasa. Lelaki yang tidak biasa-biasa saja saat putus cinta dan kehilangan. Pada sekuel kedua masih menceritakan kelanjutan bagaimana ia merajut kasih bersama Mil...